Tips Aman Uang Elektronik

2018-07-12 14:15:24

Antusiasme masyarakat kita terhadap penerbitan uang elektronik pun cukup tinggi. Selain penggunanya yang sudah mencapai 90 juta dan terus meningkat, transaksi dengan uang elektronik sepanjang tahun 2016 telah mencapai Rp. 7 triliun. Bahkan di bulan Juli 2017 saja jumlah transaksi uang elektronik berhasil mencatatkan angka tertinggi yaitu sebesar Rp. 1T

Dengan antusiasme masyarakat yang begitu tinggi maka sudah seyogyanya uang elektronik bisa diselenggarakan sesuai dengan harapan masyarakat antara lain praktis, nyaman dan terutama aman. Sayangnya justru belakangan ini terdengan adanya insiden keamanan penggunaan e-money. Sebagai pengguna apa saja langkah yang perlu diambil untuk mengamankan uang elektronik kita sendiri? Hal inilah yang penting bagi kita karena untuk penyedia kita tidak bisa secara langsung men-drive penyedia uang elektronik.

Mari kita simak langkah yang bisa dilakuan :

  1. Berikan ciri khusus atau namai kartu uang elektronbik fisik yang dimiliki. Periksa setiap kali uang elektronik berpindah tangan, jangan sampai kartu tersebut ditukar dengan kartu lain
  2. Isi saldo uang elektronik secukupnya sehingga jumlah kerugian bila terjadi pencurian dapat ditekan
  3. Jangan pernah memberitahu password yang digunakan kepada siapapun, termasuk OTP (one time password) yang dikirimkan melalui SMS adalah rahasia. Dengan mengetahui passrod dan nomor telepon atau e-mail yang digunakan, pelaku kejahatan bisa mengambil alih akun uang elektronik berbentuk digital wallet yang dimiliki
  4. Amankan smartphone, gunakan password atau pola yang sulit ditebak. Logout dari aplikasi uang elektronik ketika sudah selesai menggunakan
  5. Selalu waspada. Uang elektronik berupa digital wallet umumnya mengirimkan pesan peringatan kepada penggunanya bila ada percobaan log in dari perangkat lain. Segeralah mengganti password bila terdapat indikasi adanya percobaan log in dari perangkat yang tidak dikenal
  6. Gunakan aplikasi antimalware maupun antivirus, lakukan pemindaian secara berkala
  7. Lakukan update terhadap aplikasi dan sistem operasi smartphone. Update dibuat untuk mengatasi kelemahan-kelemahan teknis atau kerentanan-kerentanan yang adda di aplikasi. Kelemahan ini yang digunakan sebagai celah untuk membobol aplikasi yang belum di update
  8. Selalu unduh aplikasi dari sumber yang resmi
  9. Pahami fitur dan perkembangan uang elektronik, dan berdiskusilah dengan sesama pengguna untuk mengetahui fitur dan perkembangannya
  10. Jangan terlalu lama melakukan percakapan dengan orang asing, bila menerima telpon dari orang yang tidak dikenal, usahakan untuk mengetahi maksud dan tujuannya, jangan berlarut-larut jika merasa tidak nyaman dan curiga.

 

Penggunaan uang elektronik akan terus mengalami perkembangan yang meningkat, demikian juga para pelaku kriminal pun akan terus beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi uang elektronik. Oleh karenanya kombinasi upaya pengamanan dari pihak penerbit/penyedia dan kewaspadaan pengguna menjadi santa penting agar uang elektronik menjadi alat bertransaksi yang aman untuk digunakan.

Beberapa modus penipuan uang elektronik :
 
#Pinjam kartu uang elektronik di gerbang tol : pelaku dan korban berada di gerbang tol  yang sama, pelaku berpura-pura kehabisan saldo kemudian pinjam kartu kepada korban. Oleh pelaku kartu tersebut ditukar dengan kartu yang saldonya NOL
 
#Transfer dana ke aplikasi uang elektronik : pelaku melakukan nego kepada korban, pelaku meminta no rek bank untuk transfer. Pelaku memberitahukan bahwa dia sudah transfer dan meminta korban mengecek saldo, selanjutnya pelaku memberi instruksi bagaimana cara pencairan dana, akhirnya korban mengikuti instruksi dan saldo berkurang karena mentransfer ke pelaku
 
#Modus meminta kode OTP. Korban yang menerima SMS berisikan OTP akan dihubungi pelaku untuk diminta kode tersebut. Dengan berbagai alasan, pelaku akan meyakinkan korban bahwa OTP itu sangat diperlukannya. Bagi korban yang tidak merasa curiga pasti dengan mudahnya akan memberikan kode tersebut. Setelah panggilan berakhir, biasanya korban baru mengetahui bahwa saldo di aplikasi aterlah terkuras oleh pelaku
 
e-money
Sumber: blog.berliansolusi.com

Indeks Informasi