BAPPEDA Kabupaten Kendal

Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah

Sebuah rencana pembangunan dimulai dari sebuah visi dan misi yang kemudian dijabarkan dan dijelaskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan juga Rencana Pembanguan Menengah Daerah. Dari rencana tersebut maka kemudian disusunlah anggaran yang dibutuhkan dan dilanjutkan dengan pelaksanaan program kerja maupun kegiatan oleh masing-masing SKPD. Pada sebuah pemerintahan baik Pemerintah Kota maupun Pemerintah Kabupaten letak dari masing-masing instansi tentunya tersebar dalam peta geografis kabupaten tersebut. Sedangkan pada masing-masing Instansi / SKPD di Kabupaten tersebut memiliki kegiatan yang beragam. 


Dari sisi yang lain,siklus penyusunan Rencana Kegiatan Pembangunan Daerah atau RKPD dilakukan secara rutin, dimana urutannya dimulai dari Musrenbang Kecamatan, Renja SKPD sampai Forum Gabungan SKPD, kemudian disusul dengan KUA PPAS dan pada akhirnya disahkan menjadi APBD. Demikian juga kegiatan Monitoring dan Evaluasi yang dilakukan untuk kegiatan yang sudah dilaksanakan yang biasanya dilakukan tiap triwulan.


Keterlibatan semua pihak dan koordinasi yang dibutuhkan untuk menyusun anggaran ini merupakan rutinitas kegiatan yang dilaksanakan oleh BAPPEDA dan juga semua SKPD pada tiap tahun anggaran. Masalah atau kesulitan yang biasanya muncul adalah :
1. Pengisian kegiatan yang selalu berulang oleh masing-masing SKPD antara kegiatan dan evaluasi
2. Adanya deadline untuk mengisi kegiatan beserta anggaran untuk masing-masing SKPD, yang seharusnya bisa dilakukan lewat sistem sehingga sistem aplikasi yang akan membatasi berdasarkan rentang tanggal yang diijinkan.
3. Pengaturan anggaran dan pendistribusiannya di masing-masing SKPD, sehingga diharapkan dari sistem akan memberikan kontrol terhadap anggaran per masing-masing SKPD maupun kelebihan anggaran yang terjadi
4. Kontrol terhadap jumlah anggaran yang diberikan vs kelebihan anggaran yang diisikan ataupun anggaran yang belum sesuai dengan plafon yang telah diberikan
5. Pembuatan buku APBD baik draft maupun final yang terintegrasi

Dengan dukungan dari Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah - SIPPEDA ini maka perencanaan dan penyusunan RKPD, KUA PPAS maupun APBD akan menjadi lebih mudah dimana didalamnya memiliki fitur yang antara lain adalah :

1. Aplikasi yang terintegrasi
2. Memiliki fitur untuk mengisi kegiatan dengan template yang sudah disediakan untuk masing-masing kode rekening
3. Dapat diakses oleh semua SKPD yang terlibat secara online dan realtime selama user memiliki akses internet
4. Pihak Bappeda memberikan batasan anggaran dan pihak SKPD menyusun kegiatan berdasarkan prioiritas dan anggaran yang telah diberikan
5. Sistem pelaporan yang cepat dan akurat serta terintegrasi
6. Kegiatan pada maisng-masing tahapan tetap tersimpan dan tidak mengganggu tahap berikutnya
7. Memantau atau monitoring pergerakan pengisian kegiatan beserta anggarannya yang dilakukan oleh masing-masing SKPD
8. Monitoring anggaran (antara kurang dan lebih) dari batasan yang telah ditetapkan
9. Manajemen informasi yang terpadu, sehingga berita dan informasi terbaru akan selalu diketahui oleh SKPD
10. Berbagai macam laporan yang disediakan yang bisa didownload dalam bentuk Excel maupun PDF
11. Pengisian Evaluasi Kegiatan yang terintegrasi
12. dan berbagai fitur lainnya yang mendukung efektifitas dan efisiensi dalam penyusunan rencana pembangunan.

Di era informasi dengan dukungan teknologi yang tepat guna serta Sistem Informasi / Aplikasi yang handal maka pada akhirnya akan memudahkan sebuah Pemerintahan mampu untuk memberikan layanan yang maksimal dan tentunya berawal dari Perencanaan Pembangunan maka pada akhirnya pelaksanaan pembangunan menjadi lebih lancar dan mudah dikontrol. Kalau sudah demikian maka informasi yang transparan secar otomatis akan tersedia dan tahapan untuk menuju E-Government semakin maksimal.

Bagaimana dengan Daerah Anda?



Indeks Portfolio